STARTUP UPT PUSKOM UNIVERSITAS DIPONEGORO

STARTUP UPT PUSKOM UNIVERSITAS DIPONEGORO

Selamat datang / welcome / sugeng rawuh di website UPT Pusat Komputer Universitas Diponegoro. Akhir-akhir ini banyak terdengar istilah startup atau perusahaan startup. Apa itu startup? Mungkin masih banyak orang yang belum memahami istilah ini. Kata Startup sendiri merupakan serapan dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan atau proses memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis. Menurut Wikipedia, startup merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar.

Karakteristik dari sebuah perusahaan yang dapat di golongkan sebuah startup adalah sebagai berikut:

  • Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
  • Jumlah pegawai kurang dari 20 orang
  • Pendapatan kurang dari $ 100.000/tahun
  • Masih dalam tahap berkembang
  • Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi
  • Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital
  • Biasanya beroperasi melalui website

Dari karakteristik tersebut mungkin nampak bahwa stratup lebih condong ke perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan web. Namun faktanya memang seperti itu, kini perkembangan perusahaan yang lazim dilabeli nama startup adalah perusahaan yang berkenaan dengan dunia teknonologi dan online.

Dari penjelasan sedikit diatas  mungkin akan segera terlintas di benak kita, ternyata sekarang ini banyak perusahaan startup di Indonesia yang berkembang dan bahkan sudah terkenal.  Di antaranya adalah bukalapak.com, traveloka.com, blibli.com dan lain-lain.

Berkenaan dengan hal tersebut UPT Pusat Komputer Universitas Diponegoro Semarang sesuai dengan Peraturan Rektor Universitas Nomor 4 tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unsur-Unsur di bawah Rektor Universitas Diponegoro pada 46 yang berbunyi “UPT Pusat Komputer mempunyai tugas melaksanakan bidang layanan pengelolaan teknologi informasi yang bersifat RGA (Revenue Generating Activity)” dan tugas yang diberikan oleh Wakil Rektor III Universitas Diponegoro, pada saat ini UPT Pusat Komputer Universitas telah mengkoordinasi dan mengelola startup /perusahaan startup yang ada di Universitas Diponegoro. Ada 17 startup yang dikoordinir dan dikelola oleh UPT Pusat komputer Universitas Diponegoro dari berbagai macam bidang jasa dan layanan, diantaranya adalah :

  1. Tumbas In

  

Tumbas.in adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk memesan kebutuhan bahan pokok langsung dari pasar tradisional. Tumbas.in ingin membantu para ibu rumah tangga yang juga bekerja dan tidak memiliki waktu untuk berbelanja ke pasar tradisional. Jika ingin berbelanja, kamu bisa melakukan pemesanan lewat aplikasi mobile Tumbas.in. Untuk saat ini, aplikasi baru tersedia hanya untuk platform Android.

Saat ini, Tumbas.in baru beroperasi di wilayah kota Semarang saja. Tumbas.in  telah bekerja sama dengan sekitar dua ratus pedagang di dua pasar di Semarang. Namun, mereka memiliki rencana untuk nantinya melebarkan sayap ke wilayah lainnya di Indonesia. Kerja sama yang dilakukan dengan pedagang pasar tradisonal adalah sebagai mitra yang bersedia menyiapkan produk kebutuhan atau pesanan konsumen, dan pihak Tumbas.in bertugas mengantarkan pesanan ke tujuan pengiriman.

Tumbas.in mendapatkan pemasukan dari biaya ongkos kirim setiap pengantaran barang. Selain itu, mereka juga mengambil margin dari harga beberapa barang sembako seperti beras, telur, minyak, gula, tepung, dan susu. Dan Juga Memasok kebutuhan dapur warung makan, resto, dan juga Hotel terkhusus beras.

Sejak beroperasi mulai bulan April, Tumbas.in memiliki 3110 pengguna aktif bulanan di kota Semarang, dan total telah meyalani 1279 transaksi. Startup ini masih beroperasi secara bootstrap.

2. Incircle

Incircle adalah sebuah platform sponsorhip yang menghubungkan antara Project Creator dengan Company/Brand yang sesuai dan efisien untuk bekerjasama mengembangkan proyeknya lebih besar.

Kami bekerja dengan cara mengumpulkan dan mengolah data dari sebuah Project agar menjadi informasi yang berguna bagi Project Creator maupun Company/Brand.

Incircle sendiri didesain dengan 4 nilai sederhana, yakni :

  1. Hemat waktu : Waktu ada habis untuk mengetuk pintu satu persatu dari pihak sponsorship dan media di listing yang tidak diperbarui.
  2. Matchmaker : Temukan dan dapatkan kesempatan terhubung dengan penyedia pendanaan dan pendukung yang sesuai dengan kebutuhan proyekmu.
  3. Lebih siap : Pelajari lebih lanjut tentang para Pendukung baik company/brand dan bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka.
  4. Hemat uang : Semua jasa bisa menghemat biaya kerjasamamu lebih dari 90%!

 

  1. BIKUBIKU

BikuBiku adalah marketplace online yang menghubungkan orang yang ingin belajar dengan orang yang ingin mengajar. BikuBiku merupakan startup pertama di Indonesia yang menerapkan konsep marketplace pada bidang pendidikan dengan didukung dengan pendekatan psikologi di dalamnya. Pendekatan psikologi akan membantu adik bimbingan (Biquers) agar lebih terarah tujuan belajarnya dengan adanya rekomendasi materi sesuai dengan hasil tes psikologinya dan Biquers bisa belajar sesuai dengan gaya belajarnya.

Selain itu, Biquers juga akan mendapatkan rekomendasi kakak pembimbing yang sesuai dengan kepribadiannya, sehingga diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan hasilnya bisa maksimal.

Untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas menarik ini, silakan mendaftar langsung di bikubiku.id secara GRATIS.

  1. PAPER VISUAL

 

Paper Visual adalah produk dari Start Up Legit dimana paper visual sendiri bergerak dibidang percetakan dokumen serta kebutuhan dekorasi dan dokumentasi acara seperti banner, poster, dll dan juga jasa desain grafis. Secara rinci namun singkat, paper visual menyediakan fitur cetak dokumen dimana pengguna dapat mencetakkan dokumennya tanpa harus antri dipercetakan serta membantu pengguna untuk lebih mengefisienkan waktu yang biasanya dihabiskan untuk menunggu menjadi kegiatan lainnya yang lebih berguna. Fitur selanjutnya adalah cetak kebutuhan dekorasi dan dokumentasi acara seperti banner, poster dan lainnya, dimana paper visual yang akan mencetak hasil desain pengguna ke dalam bentuk yang diinginkan.

Fitur selanjutnya adalah jasa desain grafis. Fitur ini membantu para freelancer mendapatkan pendapatan tambahan dengan bergabung dengan kami sebagai desainer atas pesanan yang telah diminta oleh pengguna.

 

  1. NAIKI

 

Naiki Rental & Jasa adalah sebuah startup digital berjiwa sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan vendor yang bergerak dibidang usaha sewa dan jasa yang ada di Indonesia. Kami bermitra dengan berbagai vendor yang bergerak di bidang usaha sewa dan jasa yang cukup terpercaya, untuk menyediakan berbagai layanan penyewaan alat – alat event organizer, fotografi, sound system, catering, kendaraan bahkan penyewaan jasa MC dan talent untuk mensukseskan sebuah acara.

Kegiatan Naiki Rental & Jasa bertumpu pada tiga nilai pokok: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Para vendor mengatakan bahwa pendapatan mereka meningkat semenjak bergabung sebagai mitra dan mendapat akses ke lebih banyak pelanggan melalui aplikasi kami. Naiki Rental & Jasa akan mulai beroperasi di Semarang terlebih dahulu, dengan rencana pengembangan di kota-kota lainnya pada tahun mendatang.

  1. MEPAWZ

 

Mepawz merupakan sebuah platform yang berfokus pada layanan jasa hewan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan. Servis yang disediakan berupa grooming, pet hotel dan kunjungan dokter hewan.

 

  1. YOKA

Yoka adalah platform yang menyediakan jasa pengiriman / transportasi dan menjadi salah satu alternatif solusi untuk menunjang mobilitas masyarakat. yoka diambil dari bahasa jepang yang berarti waktu, dengan filosofi ingin meningkatkan hal-hal yang berguna yang bisa dilakukan saat kita memiliki waktu luang. yoka memiliki tagline “Do it Simple” yang berarti yoka memberikan layanan yang memudahkan masyarakat dalam berbagai cara.

Yoka memiliki dua fokus utama, yaitu inovasi dan dampak sosial. Inovasi yang dimaksud adalah layanan yoka bertujuan untuk mengurangi permasalahan yang berkaitan dengan mobilitas di masyarakat. Sedangkan dampak sosial yang dimaksud adalah kehadiran yoka, orang mulai merasa efektif dan efisien.

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang startup Undip bisa langsung datang ke UPT Pusat Komputer Undip Gedung ICT Center Lantai 2 Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Telp. : (024) 7465401, email : upt_puskom@undip.ac.id. Link http://dstp.puskom.undip.ac.id/


UPT Puskom Undip adakan Pelatihan Sistem Informasi menggunakan bahasa PHP dan database MySQL

PHP adalah bahasa pemrograman yang dirancang untuk menciptakan halaman web interaktif maupun aplikasi berbasis web. Teknologi web merupakan teknologi yang banyak dipakai sekarang ini karena kemudahan aksesnya serta tidak membutuhkan sebuah platform software tertentu yang perlu diinstall di komputer atau server yang dipakai. Dalam mengembangkan aplikasi web maka ada dua bahasa dasar yang dipakai yaitu HTML dan PHP. HTML digunakan untuk membuat komponen form dan PHP digunakan untuk menghubungkan data yang dimasukkan pada form tersebut ke database. Teknologi database yang dipakai di sini adalah MySQL karena merupakan teknologi open source yang banyak dipakai sekarang ini.

 

Pada training ini, peserta akan berkenalan dengan teknologi web tersebut mulai dari HTML. Peserta akan memahami sintaks dasar pada HTML dan juga setiap komponennya untuk bisa dipakai dalam pembuatan form. Setelah itu peserta akan diajarkan bagaimana fungsi-fungsi dasar pada PHP dan juga membentuk fungsi sendiri yang nantinya bisa dipakai dalam suatu operasional untuk mengelola database. Setelah belajar fungsi pada PHP maka peserta akan dikenalkan ke teknologi database MySQL. Pada pelatihan database peserta dilatih untuk melakukan pembuatan tabel, memasukkan data ke dalam tabel, menghapus dan juga melakukan edit data pada database. Setelah itu peserta diajarkan berbagai macam cara untuk menampilkan informasi pada database sesuai dengan persyaratan tertentu.

Pada tahap awal pembuatan aplikasi secara keseluruhan maka peserta akan dilatih menggunakan beberapa template yang menarik untuk kemudian dikembangkan masing-masing komponennya sesuai dengan kebutuhan. Peserta juga akan dikenalkan dengan beberapa elemen pada form untuk kemudian dihubungkan dengan PHP menjadi sebuah operasi lengkap yang disebut Create Read Update Delete (CRUD). Setelah peserta berhasil membuat sebuah modul CRUD maka peserta akan dikenalkan dengan beberapa tingkat hak akses pada aplikasi untuk kemudian bisa memberi variasi menu. Setelah itu peserta akan dilatih untuk membuat tampilan interaktif datatable untuk melakukan pencarian dan juga membuat page dari masing-masing modul. Bagian terakhir dari pelatihan adalah peserta bisa membuat report sebagai salah satu komponen yang penting untuk menampilkan sesuatu yang bisa dibaca dan disajikan ke manajerial.

 


Alat Pendeteksi Longsor

Definisi Longsoran

Longsoran  merupakan  salah  satu  bencana  alam  yang  sering  melanda daerah perbukitan didaerah tropis basah. Kerusakan yang diakibatkan oleh longsoran tidak hanya kerusakan secara langsung seperti rusaknya fasilitas umum ataupun korban manusia akan tetapi juga kerusakan yang mampu melumpuhkan kegiatan pembangunan dan aktifitas ekonomi di daerah bencana dan sekitarnya.

Longsoran adalah perpindahan massa tanah atau batuan pada arah tegak, miring atau mendatar dari kedudukan semula yang diakibatkan oleh gangguan keseimbangan massa tanah pada saat itu yang bergerak   kearah bawah melalui bidang gelincir dan material pembentuk lereng.

Jadi, longsoran adalah suatu fenomena dinamis alam untuk mencapai kondisi baru akibat  gangguan  keseimbangan  lereng yang terajadi,  baik secara alamiah maupun akibat ulah manusia.

Faktor Penyebab Tanah Longsor

Tanah longsor dapat terjadi karena faktor alam dan faktor manusia sebagai pemicu terjadinya tanah longsor (DVMBG, 2005) yaitu:

Faktor Alam

Kondisi alam yang menjadi faktor utama terjadinyalongsor antara lain:

  1. Kondisi Geologi: batuan lapuk, kemiringan lapisan, gempa bumi dan gunung api, lapisan batuan yang kedap air miring ke lereng yang berfungsi sebagai bidang longsor.
  2. Keadaan tanah:  erosi  dan  pengikisan,  adanya  daerah  longsoran lama,  ketebalan tanah pelapukan bersifat lembek, butiran halus, tanah jenuh karena air hujan.
  3. Iklim : curah hujan yang tinggi, air (hujan diatas normal).
  4. Keadaan topografi: lereng yang curam.
  5. Tutupan lahan yang mengurangi tahan geser, missal lahan kosong, semak belukar di tanah kritis.

Faktor Manusia

Ulah manusia yang merusak lingkungan alam :

  1. Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.
  2. Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal. c.  Adanya budidaya kolam ikan dan genangan air di atas lereng.
  3. Pengembangan wilayah  yang tidak diimbangi dengan  kesadaran masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan sendiri.
  4. Kegagalan struktur dinding penahan tanah.

Penyebab terjadinya tanah longsor dapat bersifat statis dan dinamis. Statis dimana kondisi alam seperti sifat batuan (geologi) dan lereng dengan kemiringan sedang hingga terjal, sedangkan dinamis akibat ulah manusia.

Penelitian Yang Telah Dilakukan

Pengetahuan  dan teknologi  yang  diperlukan  dalam penelitian  ini telah dikuasai sejak tahun 2009. Penelitian terkait jaringan sensor nirkabel yang telah dilakukan oleh pengusul adalah sebagai berikut:

Penelitian dan implementasi tahun 2009 (tidak terpublikasi) tentang perancangan jaringan sensor terdistribusi untuk pemantauan suhu, kelembaban, intensitas cahaya, kecepatan angin, arah angin  dan curah hujan. Sistem terdiri atas 2 node sensor-aktuator dan 1 node kontroler. Antar node terhubung   secara   kabel. Node sensor   dapat   mengambil informasi   suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya kecepatan angin, arah angin dan curah hujan serta menampilkan emulasi aktuator di layar LCD dan mengirimkannya ke server melalui SMS.

1.) Penelitian  PUPT  tahun 2015  dan  2016 dengan  judul “Jaringan  Sensor Nirkabel pada Kampus Hijau” yang dipublikasikan pada Jurnal Interasional dan Seminar Internasional. Pada penelitian ini dirancang jaringan sensor yang mengambil data suhu, kelembaban, kadar oksigen, kadar CO dan debu (Gambar

2.) Sistem terdiri dari 5 titik sensor dan 1 titik kontroller. Antar titik dihubungkan dengan kabel dan data ditampilkan pada layar LED dot matriks dan dikirim ke server menggunakan koneksi internet.

Keunggulan Pendeteksi Tanah Longsor Berbasis IoT

Alat pendeteksi indikasi dini terjadinya tanah longsor berbasis internet of things memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Menggunakan sistem  online  yang  tidak  hanya  menggunakan  sms  blast  ke stasiun lokal di desa namun juga dengan memanfaatkan internet untuk pemantauan data secara kontinyu dan realtime.
  2. Alat pendeteksi longsor online yang sudah ada adalah hanya menghubungkan alat mitigasi di lapangan dengan stasiun pemantauan lokal. Pengiriman data bila terjadi bencana berasal dari alat mitigasi bencana ke pemantauan lokal di desa setempat hanya dengan menggunakan data sms. Pada sistem pendeteksi dini longsor berbasis Internet of things, pengiriman data secara real time terus menerus dari alat mitigasi bencana ke pengolahan data dengan memanfaatkan jaringan internet. Data yang dihasilkan tidak hanya dikirim ke stasiun secara lokal, tapi diteruskan menuju web server untuk diolah dan dapat diakses oleh pihak yang   berkepentingan   dimanapun   mereka   berada   dengan   tujuan memantau potensi longsor.
  3. Alat pendeteksi dini terjadinya tanah longsor memiliki desain yang kompak dan portable untuk di segala medan lapangan. Serta memiliki sifat yang mudah digunakan (user friendly) yang bisa diatur melalui perangkat berbasis android dan laptop.
  4. Alat pendeteksi dini terjadinya tanah longsor memiliki banyak parameter dalam mendeteksi indikasi dini terjadinya tanah longsor. Menggunakan 5 parameter sensor yang saling terintegrasi dalam satu sistem. Data parameter curah hujan, regangan tanah, kelembaban, maupun pergeseran tanah dikirimkan melalui internet dan kemudian diterima di web server digunakan sebagai prediksi kemungkinan saat kapan terjadinya longsor.
  5. Alat pendeteksi yang sangat ekonomis dalam mitigasi bencana tanah longsor untuk bisa di produksi secara masal.

How to Increase Revenue Generating Activities

DelegateI give a lot of seminars on business development; how to get in the door with prospects, how to get better outcomes from prospect meetings, how to overcome objections, how to increase sales with current clients, you get the idea. Whether I have business owners, VP’s of sales, sellers or non-sellers responsible for generating business in the room, everyone has the same problem. THEY HAVE NO TIME. They say to me, “These ideas are gold. But my schedule is packed; I am swamped. How can I find time to implement what I just learned?”

If this describes you, too, here is an exercise you can do to find time in your busy day to devote to business development. I call it the R and N Exercise.

R and N Exercise:

  1. Keep a log of how you spend your time for 2 weeks.
  2. For each activity put an “R” next to any time blocks that are REVENUE generating activities (meaning NEW business, not business you would have had anyway). Put an “N” next any NON-REVENUE generating activities (including generating reports, answering customer or internal inquiries, filling out paperwork, etc.)
  3. Total the hours per week spent on revenue generating activities. If it’s 2 hours per week or less, it’s not enough. The more time the better but there is definitely a threshold where it’s not enough to make a difference.
  4. Identify which Non-Revenue generating activities don’t need to be done at all moving forward and which ones need to be done but can be done by someone else (think carefully before you decide you are the only one who can do a non-revenue generating activity). You may need to discuss your list with your manager to get buy in.

A business owner I know has 10 sales people. After doing this exercise they discovered each seller was spending approximately 3 hours per week answering customer inquiries. The business owner was shocked because he had put a system in place whereby the operations people would answer inquiries. When we discussed it further the sellers said they answered inquiries themselves because they felt the operations people took too long to get back to the customers. They were protecting their relationships but at the same time using time that could have been devoted to business development. The fix was communication. First, the two groups discussed the definition of reasonable response time. Then, the sellers introduced the operations people to their customers to springboard relationships. Finally, the receptionist was trained to direct customer inquiries for existing orders directly to operations and new orders directly to sales. The result…the company gained 30 additional hours PER WEEK for revenue generating activities. That is significant and, came as a result of doing the simple R and N exercise.

There is a direct correlation between time spent and success as long as you’re doing business development right. If you spend more time you will have more results, it’s that simple.

Happy hunting!

Sources : http://www.koppconsultingusa.com/2016/05/31/how-to-increase-revenue-generating-activities/