Monthly Archives: August 2017

UPT Puskom Undip adakan Pelatihan Sistem Informasi menggunakan bahasa PHP dan database MySQL

PHP adalah bahasa pemrograman yang dirancang untuk menciptakan halaman web interaktif maupun aplikasi berbasis web. Teknologi web merupakan teknologi yang banyak dipakai sekarang ini karena kemudahan aksesnya serta tidak membutuhkan sebuah platform software tertentu yang perlu diinstall di komputer atau server yang dipakai. Dalam mengembangkan aplikasi web maka ada dua bahasa dasar yang dipakai yaitu HTML dan PHP. HTML digunakan untuk membuat komponen form dan PHP digunakan untuk menghubungkan data yang dimasukkan pada form tersebut ke database. Teknologi database yang dipakai di sini adalah MySQL karena merupakan teknologi open source yang banyak dipakai sekarang ini.

 

Pada training ini, peserta akan berkenalan dengan teknologi web tersebut mulai dari HTML. Peserta akan memahami sintaks dasar pada HTML dan juga setiap komponennya untuk bisa dipakai dalam pembuatan form. Setelah itu peserta akan diajarkan bagaimana fungsi-fungsi dasar pada PHP dan juga membentuk fungsi sendiri yang nantinya bisa dipakai dalam suatu operasional untuk mengelola database. Setelah belajar fungsi pada PHP maka peserta akan dikenalkan ke teknologi database MySQL. Pada pelatihan database peserta dilatih untuk melakukan pembuatan tabel, memasukkan data ke dalam tabel, menghapus dan juga melakukan edit data pada database. Setelah itu peserta diajarkan berbagai macam cara untuk menampilkan informasi pada database sesuai dengan persyaratan tertentu.

Pada tahap awal pembuatan aplikasi secara keseluruhan maka peserta akan dilatih menggunakan beberapa template yang menarik untuk kemudian dikembangkan masing-masing komponennya sesuai dengan kebutuhan. Peserta juga akan dikenalkan dengan beberapa elemen pada form untuk kemudian dihubungkan dengan PHP menjadi sebuah operasi lengkap yang disebut Create Read Update Delete (CRUD). Setelah peserta berhasil membuat sebuah modul CRUD maka peserta akan dikenalkan dengan beberapa tingkat hak akses pada aplikasi untuk kemudian bisa memberi variasi menu. Setelah itu peserta akan dilatih untuk membuat tampilan interaktif datatable untuk melakukan pencarian dan juga membuat page dari masing-masing modul. Bagian terakhir dari pelatihan adalah peserta bisa membuat report sebagai salah satu komponen yang penting untuk menampilkan sesuatu yang bisa dibaca dan disajikan ke manajerial.

 


Alat Pendeteksi Longsor

Definisi Longsoran

Longsoran  merupakan  salah  satu  bencana  alam  yang  sering  melanda daerah perbukitan didaerah tropis basah. Kerusakan yang diakibatkan oleh longsoran tidak hanya kerusakan secara langsung seperti rusaknya fasilitas umum ataupun korban manusia akan tetapi juga kerusakan yang mampu melumpuhkan kegiatan pembangunan dan aktifitas ekonomi di daerah bencana dan sekitarnya.

Longsoran adalah perpindahan massa tanah atau batuan pada arah tegak, miring atau mendatar dari kedudukan semula yang diakibatkan oleh gangguan keseimbangan massa tanah pada saat itu yang bergerak   kearah bawah melalui bidang gelincir dan material pembentuk lereng.

Jadi, longsoran adalah suatu fenomena dinamis alam untuk mencapai kondisi baru akibat  gangguan  keseimbangan  lereng yang terajadi,  baik secara alamiah maupun akibat ulah manusia.

Faktor Penyebab Tanah Longsor

Tanah longsor dapat terjadi karena faktor alam dan faktor manusia sebagai pemicu terjadinya tanah longsor (DVMBG, 2005) yaitu:

Faktor Alam

Kondisi alam yang menjadi faktor utama terjadinyalongsor antara lain:

  1. Kondisi Geologi: batuan lapuk, kemiringan lapisan, gempa bumi dan gunung api, lapisan batuan yang kedap air miring ke lereng yang berfungsi sebagai bidang longsor.
  2. Keadaan tanah:  erosi  dan  pengikisan,  adanya  daerah  longsoran lama,  ketebalan tanah pelapukan bersifat lembek, butiran halus, tanah jenuh karena air hujan.
  3. Iklim : curah hujan yang tinggi, air (hujan diatas normal).
  4. Keadaan topografi: lereng yang curam.
  5. Tutupan lahan yang mengurangi tahan geser, missal lahan kosong, semak belukar di tanah kritis.

Faktor Manusia

Ulah manusia yang merusak lingkungan alam :

  1. Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.
  2. Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal. c.  Adanya budidaya kolam ikan dan genangan air di atas lereng.
  3. Pengembangan wilayah  yang tidak diimbangi dengan  kesadaran masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan sendiri.
  4. Kegagalan struktur dinding penahan tanah.

Penyebab terjadinya tanah longsor dapat bersifat statis dan dinamis. Statis dimana kondisi alam seperti sifat batuan (geologi) dan lereng dengan kemiringan sedang hingga terjal, sedangkan dinamis akibat ulah manusia.

Penelitian Yang Telah Dilakukan

Pengetahuan  dan teknologi  yang  diperlukan  dalam penelitian  ini telah dikuasai sejak tahun 2009. Penelitian terkait jaringan sensor nirkabel yang telah dilakukan oleh pengusul adalah sebagai berikut:

Penelitian dan implementasi tahun 2009 (tidak terpublikasi) tentang perancangan jaringan sensor terdistribusi untuk pemantauan suhu, kelembaban, intensitas cahaya, kecepatan angin, arah angin  dan curah hujan. Sistem terdiri atas 2 node sensor-aktuator dan 1 node kontroler. Antar node terhubung   secara   kabel. Node sensor   dapat   mengambil informasi   suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya kecepatan angin, arah angin dan curah hujan serta menampilkan emulasi aktuator di layar LCD dan mengirimkannya ke server melalui SMS.

1.) Penelitian  PUPT  tahun 2015  dan  2016 dengan  judul “Jaringan  Sensor Nirkabel pada Kampus Hijau” yang dipublikasikan pada Jurnal Interasional dan Seminar Internasional. Pada penelitian ini dirancang jaringan sensor yang mengambil data suhu, kelembaban, kadar oksigen, kadar CO dan debu (Gambar

2.) Sistem terdiri dari 5 titik sensor dan 1 titik kontroller. Antar titik dihubungkan dengan kabel dan data ditampilkan pada layar LED dot matriks dan dikirim ke server menggunakan koneksi internet.

Keunggulan Pendeteksi Tanah Longsor Berbasis IoT

Alat pendeteksi indikasi dini terjadinya tanah longsor berbasis internet of things memiliki keunggulan sebagai berikut:

  1. Menggunakan sistem  online  yang  tidak  hanya  menggunakan  sms  blast  ke stasiun lokal di desa namun juga dengan memanfaatkan internet untuk pemantauan data secara kontinyu dan realtime.
  2. Alat pendeteksi longsor online yang sudah ada adalah hanya menghubungkan alat mitigasi di lapangan dengan stasiun pemantauan lokal. Pengiriman data bila terjadi bencana berasal dari alat mitigasi bencana ke pemantauan lokal di desa setempat hanya dengan menggunakan data sms. Pada sistem pendeteksi dini longsor berbasis Internet of things, pengiriman data secara real time terus menerus dari alat mitigasi bencana ke pengolahan data dengan memanfaatkan jaringan internet. Data yang dihasilkan tidak hanya dikirim ke stasiun secara lokal, tapi diteruskan menuju web server untuk diolah dan dapat diakses oleh pihak yang   berkepentingan   dimanapun   mereka   berada   dengan   tujuan memantau potensi longsor.
  3. Alat pendeteksi dini terjadinya tanah longsor memiliki desain yang kompak dan portable untuk di segala medan lapangan. Serta memiliki sifat yang mudah digunakan (user friendly) yang bisa diatur melalui perangkat berbasis android dan laptop.
  4. Alat pendeteksi dini terjadinya tanah longsor memiliki banyak parameter dalam mendeteksi indikasi dini terjadinya tanah longsor. Menggunakan 5 parameter sensor yang saling terintegrasi dalam satu sistem. Data parameter curah hujan, regangan tanah, kelembaban, maupun pergeseran tanah dikirimkan melalui internet dan kemudian diterima di web server digunakan sebagai prediksi kemungkinan saat kapan terjadinya longsor.
  5. Alat pendeteksi yang sangat ekonomis dalam mitigasi bencana tanah longsor untuk bisa di produksi secara masal.

How to Increase Revenue Generating Activities

DelegateI give a lot of seminars on business development; how to get in the door with prospects, how to get better outcomes from prospect meetings, how to overcome objections, how to increase sales with current clients, you get the idea. Whether I have business owners, VP’s of sales, sellers or non-sellers responsible for generating business in the room, everyone has the same problem. THEY HAVE NO TIME. They say to me, “These ideas are gold. But my schedule is packed; I am swamped. How can I find time to implement what I just learned?”

If this describes you, too, here is an exercise you can do to find time in your busy day to devote to business development. I call it the R and N Exercise.

R and N Exercise:

  1. Keep a log of how you spend your time for 2 weeks.
  2. For each activity put an “R” next to any time blocks that are REVENUE generating activities (meaning NEW business, not business you would have had anyway). Put an “N” next any NON-REVENUE generating activities (including generating reports, answering customer or internal inquiries, filling out paperwork, etc.)
  3. Total the hours per week spent on revenue generating activities. If it’s 2 hours per week or less, it’s not enough. The more time the better but there is definitely a threshold where it’s not enough to make a difference.
  4. Identify which Non-Revenue generating activities don’t need to be done at all moving forward and which ones need to be done but can be done by someone else (think carefully before you decide you are the only one who can do a non-revenue generating activity). You may need to discuss your list with your manager to get buy in.

A business owner I know has 10 sales people. After doing this exercise they discovered each seller was spending approximately 3 hours per week answering customer inquiries. The business owner was shocked because he had put a system in place whereby the operations people would answer inquiries. When we discussed it further the sellers said they answered inquiries themselves because they felt the operations people took too long to get back to the customers. They were protecting their relationships but at the same time using time that could have been devoted to business development. The fix was communication. First, the two groups discussed the definition of reasonable response time. Then, the sellers introduced the operations people to their customers to springboard relationships. Finally, the receptionist was trained to direct customer inquiries for existing orders directly to operations and new orders directly to sales. The result…the company gained 30 additional hours PER WEEK for revenue generating activities. That is significant and, came as a result of doing the simple R and N exercise.

There is a direct correlation between time spent and success as long as you’re doing business development right. If you spend more time you will have more results, it’s that simple.

Happy hunting!

Sources : http://www.koppconsultingusa.com/2016/05/31/how-to-increase-revenue-generating-activities/